Your My Only Bambi Bambi~

Annyeong, chingudeul dan bestie-bestie!

Sehat? Ya semoga selalu, meski nggak bisa senantiasa.

Anyway, kayaknya sih ya kayaknya, udah banyak yang tahu kalau gue suka sama K-Pop. Sesuatu yang awalnya nggak keliatan hilalnya, tapi ndilalahnya langsung bikin kaget banyak orang.

Nggak gampang sih ya tiba-tiba terjun ke dunia yang bikin kocek lumayan meringis ini.

Ya walau sebenarnya bisa nggak meringis kalau sekadar dinikmati saja konten dan lagunya tanpa lo berkeinginan untuk mengoleksi merchandise-nya.

But well...

sumber foto: koleksi pribadi

Kali ini, gue akan membahas soal album Bambi yang udah dateng lama banget tapi ya baru punya niat dan keinginan untuk membahasnya sekarang. Karena ya udah ajalah, gue seneng menuliskan sesuatu ketika hype-nya sudah mereda. Lumayan, nggak bikin heboh dan menimbulkan lalalili lainnya.

sumber foto: koleksi pribadi

Sebagai EXO-L baru yang kemudian memutuskan mengesahkan Baekhyun untuk menjadi bias di urutan pertama, kayaknya bukan sesuatu yang aneh untuk kemudian membuat gue tertarik mengoleksi album-album miliknya. Apalagi Bambi ini jadi kado sebelum dia mengemban tugas negara alias wamil. Yang sejujurnya nggak berasa wamil juga, sebab kontennya ada terus di mana-mana. Emang dasar Taurus, sekalinya mau ngapa-ngapain, nyiapinnya beruntun sampai kayaknya lupa istirahat.

Totalitas!

sumber foto: koleksi pribadi

Jujur, agak stres sih setiap kali SM mengeluarkan varian (yailah varian) album. Apalagi kalau itu idol yang bikin lo jatuh cinta sama K-Pop. Karena sumpah, suka ngadi-ngadi banyaknya. Sampai bisa bikin kantong yang tadinya tebel, mendadak tipis. Walau kalau kata Baekhyun, gausah beli album, beli makanan enak aja. Tapi ya tetep aja bund, namanya juga ingin mengapresiasi karya, bawaannya mah ikhlas-ikhlas aja.

Mungkin ada yang penasaran, kalau udah tahu mahal, kenapa masih dibeli sih?

Sampai detik ini ya, album yang gue ikhlas beli tuh hanya album EXO dan membernya yang menurut gue emang mau untuk gue koleksi. Dengan kata lain, nggak semuanya. Apalagi gue juga multifandom, mayan bund, banyak banget kalau semua mau dibeli.

Alasan kenapa gue membeli album Baekhyun kali ini sebenarnya selain karena kado sebelum dia wamil, tapi juga karena album Baekhyun tuh selalu aesthetic. Bisa banget dipakai buat props foto-foto.

sumber foto: koleksi pribadi

Walau kalau mau ngomongin aesthetic sih masih sangat amat aesthetic albumnya Chen (lain kali gue ceritain album Chen yang gue punya)

Gue tiap kali mau beli album selalu mikir (selain duitnya ada atau nggak, ya):

  1. Cantik, nyeni, dan bisa dipakai foto atau nggak
  2. Lagunya enak atau nggak
  3. Gue sedang perlu mengapresiasi diri atau nggak

Nah kalau nggak memenuhi kriteria itu ya gausah beli.

Member EXO yang gue punya albumnya aja hanya, EXO-SC, Chen Dear My Dear, Suho Self Portrait, dan Baekhyun. Bukan karena nggak mengapresiasi yang lain, tapi memang kebetulan album mereka muncul, namun tidak memenuhi 3 (tiga) kriteria gue itu.

sumber foto: koleksi pribadi

Apakah ketika gue beli album selalu beli semua versi?

Ya tentu tidak, Esmeralda! Bisa bangkrut juga yakan. Suka dan sayang bias boleh, tapi ya mikir juga sama kondisi kantong. Jangan sampai sekarat kemudian. 

Tapi kok Bambi belinya lengkap?

Udah dibilang kan, gue tuh selalu mikir 3 (tiga) kriteria, dan Bambi dirilis ketika kriteria itu semua masuk. Pun...karena Baekhyun tuh selalu membuat fansnya percaya dengan apa pun yang dia keluarkan tuh pasti bagus. Buat gue sih ya, he is one of the trusted idol.

Di saat lo udah capek denger gosip dan hoaks lalalili, percayalah hanya pada Baekhyun. Kalau dia menanggapi A ya berarti emang A, kalau dia bilang B ya berarti memang B. I guess that's what i like about him. 

sumber foto: koleksi pribadi

Gue sekalian cerita deh ya kenapa memilih dia sebagai ultimate bias.

Alasannya selain dia bernaung di rasi bintang yang sama, dia ini tuh pekerja keras luar biasa. The way he doing all of his work with the best thing that he had tuh bikin gue selalu mikir untuk mengimplikasikannya juga di kehidupan.

Katanya sih, bias itu cerminan diri. Kepribadian lo seperti apa, ya liat aja bias lo. Beda halnya sama bias wrecker, yang katanya sih, elo inginnya dilihat seperti itu oleh orang lain.

sumber foto: koleksi pribadi

Baekhyun ini, meski dia selalu bikin banyak orang ketawa, dengan pembawaannya yang cheerful luar biasa, king of spoiler, bahkan selalu tampil apa adanya, membuat gue merasa dia nih manusia yang di belakang itu pasti nyembunyiin banyak banget hal. 

Selain humoris, cheerful, dan suaranya yang bagus kebangetan. Gue kayaknya akan selalu terinspirasi dengan hidup dan cara dia memandang kehidupan. Hal-hal positif yang dia bawa, dia tampilkan, dia persembahkan tuh bikin gue merasa bahwa ya lakuin apa pun yang memang lo suka. 

Once lo memutuskan untuk menjalaninya, just do your best. Karena orang lain nggak akan lihat apa yang terjadi di baliknya. Cuma lo yang tahu dan merasakan, mereka selalu akan tutup mata. Tapi ya itulah hidup, just enjoy your life, everytime God give you a chance. 

sumber foto: koleksi pribadi

Well, banyak orang bilang suka sama K-Pop tuh bikin halu ketinggian, dll. Ya mohon maap aja nih, elo liatnya siapa dulu? Karena nggak semua fans seperti itu. Karena gue nggak seperti itu. Harapan buat ketemu langsung ya pasti ada, namanya idola, you want to meet (s)he in a person once in your life, udah hal yang wajar nggak sih?

Tapi ya udah, cukup sampai situ.

I adore him sebagaimana gue melihat dia sebagai sosok yang berkarya dengan totalitas. 

sumber foto: koleksi pribadi

Intinya, Bambi jadi salah satu album Baekhyun yang enak untuk didengerin dan cantik buat dikoleksi. Walau ya seperti biasa, lo nggak akan menemukan genre yang sama di setiap albumnya dia. Karena namanya juga Baekhyun, dia tuh antara multitalenta sama penasaran anaknya. Jadilah semua genre ditrabas.

Mungkin bagi banyak orang, jadi K-Popers tuh konsumtif. Tapi tolonglah ya dilihat dulu, nggak semuanya begitu. Masih ada banyak orang yang menggunakan logikanya ketika mau menggunakan uangnya. Dan ya, lagi-lagi gue juga mau bilang kalau jadi K-Popers nggak lantas membuat kita berbeda.

We are human. And everyday, we're trying our best to struggle in this life. And maybe, me or us, choosing K-Pop as a method to fulfill this life with a small happiness. - Stefani Bella





Share:

0 comments:

Post a Comment