Seogwipo Healing Forest

 

sumber gambar: visitkorea.or.id

Terkenal sebagai destinasi turis, Pulau Jeju kaya akan hal untuk dilihat dan dilakukan. Jika kamu mencari destinasi yang tenang dan tidak terlalu ramai di pulau ini, maka Seogwipo Healing Forest jawabannya. 

Poin menarik dari Seogwipo Healing Forest adalah lokasinya: terletak di ketinggian 320-760 m dpl, menjadikannya habitat bagi flora dan fauna khas daerah beriklim hangat hingga daerah beriklim subtropis. 

Sepuluh jalur hutan di sini terbentang melalui hutan cemara dan pohon cedar yang berusia lebih dari 60 tahun. Pengunjung harus melakukan reservasi untuk memasuki 10 jalur tersebut, yang 9 di antaranya merupakan cabang dari Jalur Gameongomeong sepanjang 1,9km yang dimulai dari pintu masuk.

Rekomendasi Program Penyembuhan Hutan Berdasarkan Kelompok Usia

Program Penyembuhan Hutan menawarkan sesuatu bagi seluruh anggota keluarga, jadi tidak ada alasan untuk tidak mengunjungi Seogwipo Healing Forest. Penyembuhan Hutan  adalah program khas yang ditawarkan Seogwipo Healing Forest yang dengannya kamu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencapai keselarasan dengan alam, serta menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. 

Dipandu oleh instruktur penyembuhan hutan yang berkualifikasi, program ini dirancang untuk mengakomodir hingga 10 orang per sesi sebagai upaya memaksimalkan efek penyembuhan yang didapat. Program ini secara garis besar terbagi menjadi 3 subkategori. 

Jika membawa anak-anak, kamu disarankan untuk mengambil program “Forest Healing for Family”. Kamu dapat melakukan eksplorasi edukatif dengan santai atau mencoba rendam kaki di jalur hutan penuh anion yang berbatasan dengan tangga batu dan lembah, sembari membiarkan anak-anak membiasakan diri dengan hutan melalui permainan. 

Program "Forest Heaing for Workers" membawa kamu pada penjelajahan hutan yang menakjubkan sembari memulihkan tubuh dan pikiran. Kemudian, ada juga program “Forest Healing for Adults” yang di dalamnya terdapat kegiatan memeluk pohon, belajar teknik pernapasan, meditasi, dan upacara minum teh, yang semuanya bermanfaat untuk mengembalikan keseimbangan dan kedamaian bagi tubuh dan pikiran. 

Apapun pilihanmu , ketiga program ini menawarkan healing trip ke hutan yang kaya akan phytoncide, sinar matahari, angin sejuk, dan pemandangan indah bagi mereka yang kesulitan mengurus diri mereka sendiri akibat dari stres ataupun kesibukan sehari-hari.

sumber gambar: visitkorea.or.id

Melamun di Hutan Terindah

Keindahan Hutan Penyembuhan Seogwipo telah diakui secara luas karena memenangkan Life Award (hadiah utama) di Forest for Life ke-17. Penting sekali untuk dicatat bahwa tempat ini melestarikan ekosistem unik Jeju yang tidak ditemukan di tempat lain di pulau ini. Di hutan penyembuhan ini, kamu tidak perlu khawatir akan kekuatan fisikmu melemah. Kamu hanya perlu menikmati pemandangan hutan yang indah, menghirup udara segar, dan treking di lingkungan yang santai. 

Sepanjang empat musim, hutan ini penuh dengan retinispora, pohon cemara kayu merah, dan pohon cedar yang sangat lebat sehingga kamu hampir tidak bisa melihat langit. Di musim gugur, kamu pasti menemukan dedaunan musim gugur yang indah, sementara di musim dingin, kamu bisa menenggelamkan diri dalam perjalanan di jalanan bersalju yang indah. 

sumber gambar: visitkorea.or.id

sumber gambar: visitkorea.or.id

Makan Sehat di Hutan, Charong Healing Lunchbox

“Charong” mengacu pada keranjang bambu khas Jeju. “Charong Healing Lunchbox” sendiri berisikan banyak makanan berbahan asli dari Pulau Jeju yang mampu menghangatkan hati, seperti tumis jamur shitake Gunung Hallasan, crepe soba isi lobak ala Jeju, brokoli, sate daging atau sayuran, nasi kepal dengan hijiki, sayuran dan nasi dengan ragwort, serta nasi kepal berbungkus daun labu. Forest Healing Program dihentikan sementara karena pandemic COVID-19. Pengunjung disarankan mengecek ketersediaan program sebelum berkunjung.


INFORMASI

  • +82-64-760-3067-8
  • 08:00-18:00 (Apr-Des)
    09:00-17:00 (Nov-Mar)
    *loket tiket ditutup 1 jam sebelum waktu operasional berakhir
  • Wajib reservasi (tergantung kapasitas, 300 orang di weekdays dan 600 orang di weekend)
    Reservasi via telepon diwajibkan bagi orang asing dan penyandang disabilitas
  • Tiket masuk KRW 1,000 (dewasa), KRW 600 (remaja & tentara)
    Forest Healing Program KRW 20.000
  • 2271, Sanroknam-ro, Seogwipo, Provinsi Otonomi Khusus Jeju
  • Parkir tersedia
  • healing.seogwipo.go.kr  
Share:

Yong Pyong Resort Barwangsan Mountain

 

sumber gambar: visitkorea.or.id

Yong Pyong Resort Barwangsan Mountain sangat cantik sepanjang tahun. Berbeda dengan gunung lainnya yang terbuka untuk umum, orang dengan kursi roda, anak-anak, dan manula dapat menikmati pemandangan yang indah dari puncak Gunung Barwangsan dengan menggunakan kereta gantung. Di hutan yang membentang dari puncak berketinggian 1.458 m ke resor di bawahnya sejauh 800 meter, Anda dapat mengenal alam dan berpartisipasi dalam program yang memberikan kekuatan untuk hidup. 

Karya Pencipta di Puncak Gunung Barwangsan

Pemandangan dari puncak gunung biasanya baru didapat setelah melalui pendakian yang lama dan sulit. Hal ini tentunya menjadikan pemandangan tersebut eksklusif hanya bagi beberapa kalangan. Akan tetapi, berbeda dengan Gunung Barwangsan. Gunung ini terbuka bagi khalayak umum dan hanya dengan menggunakan kereta gantung, pengunjung baik tua maupun muda dapat menikmati panorama pegunungan Pyeongchang (Alpen Korea) dari puncak Gunung Barwangsan. 

Kata-kata semata tidak bisa menggambarkan lanskap menawan ini dengan tepat. Sejak Agustus 2020, Barwangsan Ki Skywalk yang merupakan fasilitas baru di gunung ini, semakin menambah kekaguman pengunjung. Jangan terkejut jika kata, “wow!”terlontar dari bibir Anda seketika menginjakkan kaki ke luar lift berdinding kaca.

Saat berdiri di puncak skywalk berketinggian 1.458 m dpl, kamu akan merasa bagaikan di awan. Berjalanlah secara perlahan untuk beradaptasi dengan ketinggian tersebut dan biarkan netramu menangkap pemandangan Gunung Barwangsan dan Pegunungan Baekdudaegan. 

Pada hari yang cerah, pengunjung bahkan bisa melihat sampai ke laut Gangneung, dan jika waktunya tepat, pengunjung bisa melihat matahari terbit di Laut Timur dan terbenam di barat. Platform berputar tepat di tengah skywalk memberikanmu kesempatan untuk menyaksikan panorama sekeliling secara 360°. Skywalk ini juga dilengkapi dengan akses jalan khusus untuk pengguna kursi roda ataupun kereta bayi. 

sumber gambar: visitkorea.or.id

sumber gambar: visitkorea.or.id

Sewaktu penelusuran hutan yew yang lebat, Anda akan menemukan Taman Balwangsu. Taman ini merupakan lokasi sumber mata air mineral alami berada. Terletak pada ketinggian 1.458 m dpl air Balwangsu memiliki kadar sodium rendah dan kaya akan silikon, vanadium, dan mineral baik lainnya ketika dibandingkan dengan air mineral lain. Balwangsu dipercaya sebagai simbol kemakmuran dan umur panjang, serta nilai-nilai kebijaksanaan dan kasih yang harus dimiliki seorang pemimpin. Teguklah air mineral Balwangsan dan ucapkan permohonan untuk hidup sehat dan penuh arti.

Hutan Yew, Tempat Pemulihan Tubuh dan Jiwa

Hutan Yew Gunung Barwangsan merupakan area terlindung yang menjadi habitat bagi pohon-pohon berbentuk unik. Pohon cemara Norwegia terbesar di Korea, hawthorn dengan lingkar terbesar di Korea, pohon rendah hati yang mendapat nama dari bentuknya yang menarik (orang-orang yang melintasi hutan harus menundukkan kepala mereka seolah-olah membungkuk untuk melewati pohon itu), dan pohon Seoul National University yang menyerupai simbol SNU, sangatlah menarik untuk dilihat. 

Jika dirunut kembali ke tahun 1960-an, hutan ini dikembangkan di lokasi bekas pembukaan lahan yang dibakar petani sebagai bagian dari proyek regenerasi alam. Pohon Mayumok yang terletak dekat puncak gunung, merupakan pohon spesial yang wajib masuk dalam rute eksplorasi Gunung Barwangsan. 

Mayumok ini adalah satu-satunya pohon kombinasi hasil dari benih pohon rowan yang tumbuh berakar di dalam batang pohon crabapple. Nama Mayu sendiri berarti pohon rowan yang unik. Selama proses pertumbuhan pohon rowan, pohon crabapple Siberia pun menjadi bengkok dan akhirnya menciptakan bentuk kulit batang yang menakjubkan. Banyak orang kagum pada pohon ini karena membawa simbol hidup berdampingan. Walaupun pohon crabapple Siberia sudah cukup tua untuk mati, ia tetap berdiri kokoh berkat keberadaan pohon rowan. 

Hutan ini tidak hanya lebat, tetapi juga menaungi banyak jenis pohon. Ada delapan rute  treking tersedia yang semuanya dimulai dari resor menuju ke puncak, salah satu di antaranya adalah rute Hutan Kebijaksanaan. Jalan santai di hutan yang damai mampu membuat seseorang merasakan pemulihan yang efeknya dirasakan langsung oleh tubuh. 

sumber gambar: visitkorea.or.id

Kereta Gantung Barwangsan
Sistem kereta gantung Gunung Barwangsan yang dikenal sebagai yang terpanjang di Korea dengan total keseluruhan mencapai 7,4 km, merupakan akses termudah dan tercepat mencapai puncak bagi pengunjung. Dikarenakan rute yang panjang, menaiki kereta gantung ini menjadi kesempatan pula untuk menikmati pemandangan gunung dalam sekali waktu. Fasilitas ini beroperasi sampai larut malam sehingga pengunjung beruntung bisa saja mendapatkan panorama matahari terbenam saat sore. Tidak hanya itu, kereta gantung ini dilengkapi sistem Bluetooth yang bisa disambungkan dengan gawai Anda untuk memutar musik.


INFORMASI

  • +82-33-335-5757
  • Jalur hutan & kereta gantung tidak dioperasikan setiap Senin
  • Kereta gantung (pulang-pergi) KRW 25.000 (dewasa), KRW 21.000 (anak-anak)
    Barwangsan Revealing the Secrets of Nature KRW 70.000
    Barwangsan backpacking KRW 150.000-180.000
    Program A-hyu KRW 60.000 
  • 715, Olympic-ro, Daegwallyeong-myeon, Pyeongchang-gun, Gangwon-do
  • Parkir tersedia
  • www.yongpyong.co.kr     
Share:

Busan Healing Forest

 

sumber gambar: visitkorea.or.id

Hutan pemulihan mengacu pada aktivitas yang meningkatkan imunisasi tubuh manusia dengan menggunakan berbagai elemen di hutan untuk mengembalikan kesehatan pada tubuh dan pikiran. Walaupun hutan telah ada di lokasi yang sama sejak dulu, jika kita menempatkan tujuan pada “pemulihan”, adalah cara untuk menikmati perubahan tempat. Busan Healing Forest menyediakan program yang bermanfaat yang bisa dinikmati bersama pembimbing hutan pemulihan. 

sumber gambar: visitkorea.or.id

Untuk Pemulihan, Lebih dari Sekadar Istirahat

Hutan adalah ruang yang tidak pernah membuat bosan. Busan Healing Forest terletak di lahan 153 hektar, bukan wilayah yang luas. Dibutuhkan 40 menit jalan kaki dengan perjalanan santai dari pusat yang dimulai dari pintu masuk pengunjung. 

Berjalan kaki bukan satu-satunya cara untuk menikmati hutan. Hutan pemulihan menjalankan berbagai program yang disesuaikan untuk beragam target masyarakat umum, pasangan yang menantikan buah hati, dan seseorang dengan gangguan kognitif ringan. Program utama dilakukan di perpustakaan hutan, lokasi bertukar pikiran, kebun hutan pemulihan, tempat meditasi hutan, tempat pemandian pohon pinus, dan tempat edukasi pralahir yang dibentuk sepanjang jalan utama. 

Program dinikmati bersama pembimbing hutan pemulihan, termasuk bermain di hutan dengan menggunakan bahan-bahan alami, minum teh, pemandian hutan yang membentang, melihat langit melalui dedaunan, berteriak melepaskan perasaan yang tidak nyaman, menembak ketapel, berjalan di hutan pada waktu hujan menggunakan payung transparan, meditasi, berjalan tanpa alas kaki, dan pijat tangan menggunakan bola cemara. Setelah dua jam pengalaman, suasana hati yang buruk akan berubah menjadi baik dan lebih ringan.

sumber gambar: visitkorea.or.id

Kenyamanan Besar di Jalur Hutan yang Terjal

Ada dua tempat peristirahatan di Busan Healing Forst. Mereka adalah Pine Breeze Shelter dan Large Rock Shelter, keduanya berlokasi di pegunungan. Mereka lebih sempit dari jalur dan membutuhkan 20-30 menit untuk mendaki di jalur hutan yang sempit dan curam, tapi juga jalur yang mudah. Azalea iris ekor panjang dan krisan Siberia mekar di musim di area yang rendah dan penuh dengan pohon pinus dan ek oriental. 

Di sebelah daun smilax, kupu-kupu biru mengepakkan sayapnya. Lebih dari 20 jenis kupu-kupu hidup di dalam hutan di mana terdapat tempat untuk makan dan bersembunyi. Saat memetik buah juniper biru yang matang, merasakan kesegaran dan mengambil kerucut pinus indah yang jatuh semalaman, pengunjung akan merasa kembali ke masa kecil. Saat memori masa kecilmu terkubur di dalam dan menjadi masa sekarang yang sibuk, kamu akan merasa emosional. Pemandangan yang terlihat dari pegunungan sangat indah. Waduk yang bersinar dalam rona perak merangkul desa di bawah gunung dengan lembut. 

Tip Saat Berkunjung ke Busan Healing Forest
“Hutan untuk semua” adalah program dua jam untuk orang dewasa yang dilakukan dua kali sehari pada pukul 10 am dan 2 pm. Karena program ini memakan waktu hingga 2 jam 30 menit, maka para peserta harus memiliki waktu yang cukup dari jadwal mereka. Ada program multi sesi untuk wanita hamil yang memakan waktu tiga jam. Jika peserta mendaftar untuk program ini, mereka diharapkan mengikuti tiga sesi. Jalur bus baru dioperasikan mulai Agustus 2018 untuk memudahkan akses pengunjung yang tidak datang dengan mobil pribadi. Pengunjung yang menggunakan transportasi publik harus mengetahui jadwal bus untuk menentukan berapa lama mereka tinggal. 

Informasi

Telepon:
Operasional:
Reservasi:
Biaya:
Parkir:
Alamat:
Website:

 

+82-51-976-2831~3
Holidays New Year's Day, national holiday
Reservasi Online (kecuali grup dapat dilakukan reservasi dengan telepon)
Gratis
Tersedia
202, Cheolmacheon-ro, Cheolma-myeon, Gijanggun, Busa
www.busan.go.kr/green

Share:

Taepyung Salt Farm Maritime Healing Spa

 

sumber gambar: visitkorea.or.id

Berlokasi di Pulau Jeungdo, Sinan-gun, Jeollanamdo, Taepyeong Salt Farm Maritime Healing Spa menawarkan beragam alternatif untuk meningkatkan kesehatan Anda dengan menggunakan garam kering berkualitas tinggi yang diakui secara global dan merupakan produksi dari Taepyung Salt Farm. 

sumber gambar: visitkorea.or.id


Dibangun di antara dua pulau, mengisi wilayah seluas 4.620.000 m2, Taepyeong Salt Farm terlihat seperti bandar udara dengan runaway saat dilihat dari langit. Taepyung Salt Farm Maritime Healing Spa dibangun dengan memperluas Salt Cave Healing Center yang diluncurkan pada tahun 2010. Tempat ini menawarkan berbagai program garam terapi, termasuk Salt Cave Healing Room yang terbuat dari garam kering, dan Mineral Floating Therapy yang didesain untuk pengalaman seperti mengapung di Laut Mati, yang mana membantu Anda untuk menemukan kenyamanan dan kesehatan.

sumber gambar: visitkorea.or.id


Misteri dari Gua Garam

Garam memainkan peranan penting dalam mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan sejak zaman dahulu. Metode penyembuhan Eropa yang menggunakan garam sangat populer di kalangan pekerja tambang garam, khususnya di Eropa Timur, yang memiliki sejumlah tambang halit. Ini juga dibuktikan oleh dokter Polandia, Felix Boczkowski, bahwa garam efektif untuk merawat penyakit pernapasan. Bentuk paling populer dari terapi garam di dunia adalah ruang penyembuhan gua garam. 

Di antara enam ruang penyembuhan gua garam yang ada di Korea Selatan, Taepyung Salt Farm Maritime Healing Spa adalah yang terbesar untuk ukuran dan variasi program. Gua garam ini, dibuat dengan garam kering berkualitas tinggi yang dapat dimakan, diisi oleh nano partikel ultrafine garam. Itulah kenapa gua garam ini mampu menyerap 88 mineral dan iodin, yang mana baik untuk kesehatan. Kamu tidak harus mengganti pakaian. Tidak seperti sauna, di sini tidak terlalu panas, artinya kamu dapat berdiam lebih lama di dalam gua garam. 

Taepyeong Salt Farm Maritime Healing Spa menawarkan tiga jenis gua garam: sebuah kamar dengan kasur yang diletakkan dengan posisi U, kamar keluarga yang sempurna untuk anak-anak, dan kamar dengan kursi malas tanpa gravitasi. 

Jika kamu memiliki cukup waktu, 90 menit adalah waktu yang cocok. Program ini memungkinkanmu untuk beristirahat di Salt Cave Healing Room setelah menerima Mineral Floating Therapy. Mineral Floating Therapy membuatmu tergelincir ke bak mandi pribadi yang berbeda dan membuatmu merasakan pengalaman berada dalam kondisi tanpa gravitasi yang berasal dari gravitasi dan daya apung. Cahaya di ruangan akan menghilang setelah beberapa waktu dan kamu akan masuk ke dalam kegelapan. 

Air yang digunakan untuk Mineral Floating Therapy memiliki komposisi yang mirip dengan cairan ketuban, di mana akan membuat Anda seperti bayi di dalam rahim ibu. 

sumber gambar: visitkorea.or.id


Thermal Spa Membantu Tubuh Anda Mengeluarkan Racun

Spa, dikenal juga dengan “jjimjil” di Korea, adalah bentuk alternatif dari pengobatan yang dikembangkan oleh leluhur sejak zaman dahulu. Menikmati spa menggunakan garam kering yang dipanaskan hingga 40-50oC, suhu optimal, dapat membersihkan tubuh dari racun berbahaya, secara alami mampu mempercepat proses penyembuhan. 

Garam kering yang dipanaskan mampu memperbesar pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah, mengendurkan otot yang lelah, mengobati gejala dermatitis, melepaskan kotoran tubuh yang menyebabkan kelelahan, dan menghilangkan nyeri. 

Taepyung Salt Farm Maritime Healing Spa menyediakan program thermal spa selama 50 menit yang mengharuskanmu untuk berbaring dan beristirahat di ruangan kecil dengan lapisan garam tebal. Pengunjung dianjurkan untuk menggunakan sekop kecil dan melapisi tubuh dengan garam seperti di spa pasir. Setelah selesai, kamu dapat mandi hanya dengan air daripada menggunakan pembersih tubuh. Dan kemudian menikmati secangkir teh yang dibuat dari Angelica Utilis Makino, salah satu ciri khas lokal di Sinan. Silakan memanfaatkan pemandian garam kaki dan sitz bath yang tersedia di dekat meja informasi. 

Hal Yang Tidak Boleh Terlewatkan
Di dekat spa, pengunjung dapat menemukan museum garam yang dibuat dari gudang garam tua, dan toko suvenir yang menjual ciri khas lokal Sinan. Di sebelah kanan toko suvenir, terdapat toko es krim kecil yang terkenal karena menambahkan sedikit garam yang dicampur dengan raspberry hitam Korea, green tea, dan blueberry di atas es krim yang lezat. Dari museum garam, kamudapat melihat ladang garam, kamu dapat berjalan dengan Heavenly Eco Path di mana pengunjung dapat mengamati halophytes seperti Suaeda Japonica Makino dan Angelica Utilis Makino seperti burung, termasuk bebek, angsa liar, dan bangau bermahkota merah. 

Informasi

  • +82-61-261-2266
  • 09:00-18:00
  • Thermal spa with sun-dried salt (50 menit) KRW 20.000
    Mineral Floating Therapy + Gua garam penyembuhan KRW 40.000
  • 1053-11, Jidojeungdo-ro, Jeungdo-myeon, Sinan-gun, Jeollanam-do
  • Parkir tersedia
  • www.saltvillage.co.kr
Share:

Paradise City Cimer


sumber gambar: visitkorea.or.id

Cimer mengundangmu untuk merasakan esensi spa mewah dan elegan. Fasilitas seluas 13.000m2 ini menggunakan kombinasi sauna kering ala Korea dengan spa ala Eropa yang menjadikannya berkesan unik dan menawan. Melampaui batas sebuah tempat spa, Cimer menduduki puncak spa Korea dan terus berevolusi tanpa henti untuk menjadi yang terbaik. 

sumber gambar: visitkorea.or.id

Surga Relaksasi

Jika kamu berenang di musim panas, teriknya matahari mungkin terasa mengganggu. Niat untuk berendam di air dingin menjadi sirna karena tidak tahan berlama-lama di bawah teriknya matahari yang serasa membakar kepala dan leher. 

Paradise City Cimer bisa menjadi pilihan bagus untuk yang ingin menikmati kegiatan air beragam dengan nyaman di dalam ruangan. Cimer merupakan kata gabungan dari “ciel (langit)” dan “mer (laut), yang berarti surga di bumi yang terletak di antara langit dan laut. Seperti namanya, kamu akan sangat terpukau dengan suasana mewah nan elegan serasa “di surga”, ketika menginjakkan kaki di pintu masuk.

Berkeliling Paradise City Cimer akan membuatmu merasa seperti berwisata ke berbagai spa mewah di dunia sampai-sampai tidak tertarik lagi dengan destinasi spa Eropa terkenal sekalipun. Plaza Air, sebuah area istirahat yang dilengkapi dengan kolam renang berkeramik biru dan jejeran ranjang berjemur putih akan mengingatkanmu pada Piazza San Marco di Italia. 

Selain Plaza Air yang bersuasana eksotis, Paradise City Cimer memiliki beragam kolam dan spa. Pada lantai 1 bangunan ini, kamu akan menemukan Plaza Air, kolam luar ruangan, Spa Gua, serta Spa Virtual dan Klub Aqua tempat kamu bisa menikmati pesta kolam unik Cimer dengan media seni LED.

Beranjak ke lantai 2, ada Kolam Infiniti indoor yang merupakan fasilitas untuk beristirahat dengan pemandangan indoor Cimer. Di lantai 3, terdapat zona spa umum outdoor yang dilengkapi dengan Kolam Susu, Kolam Hinoki, dan Kolam Infiniti outdoor yang menawarkan pemandangan terbuka matahari terbenam di Laut Barat. 

Kamu juga bisa merasakan keseruan seluncur air mendebarkan seperti Aqua Roof Slide dan Tornado Slide yang meluncur dari lantai 4. Zona Spa Jjimjil yang menawarkan budaya sauna tradisional Korea juga terletak di lantai 2 dan 3. 

sumber gambar: visitkorea.or.id

“Zona Spa Aqua”, Sempurna Untuk Orang Berusia 20-30 Tahunan

Manfaatkan daya apung dari stik aqua dan bantal leher air untuk mengapung terlentang di air sambil mendengarkan musik yang keluar dari speaker dalam air. Mendengar alunan musik indah dalam suasana gelap dan nyaman sembari mengapung mampu membuat pikiran rileks. 

Plaza Air merupakan fokus utama dari 8 zona spa aqua indoor dan outdoor di fasilitas ini. Terinspirasi dari Piazza San Marco di Italia, kolam sedalam 1,3m memberikan kesan eksotis. 

Kamu bisa beristirahat santai di sini sepanjang tahun. Beragam acara dilaksanakan di Klub Aqua yang menggabungkan musik ke media LED. Kemudian ada Spa Gua dengan lampu penerangan temaram di langit-langitnya yang akan mengingatkanmu dengan gua asli, bagus untuk menjauh dari kebisingan di luar dan menikmati waktu hening nan damai. Tersedia pula program mengapung dalam suara di ruang mirip labirin tepat di dalam pintu masuk.

Spa Virtual memberikan suasana romantic bak mimpi. Layar LED yang terpasang di 3 dinding akan membuatmu serasa di dalam mimpi. Menatap layar penuh dengan gambar alam bisa menjadi cara baik untuk membuang pikiran tidak diinginkan. Jika ingin lebih dekat dengan alam, pergilah ke Kolam Infiniti di lantai 3. Pemandangan pesawat mendarat di Bandara Internasional Incheon dan matahari terbenam di Laut Merah akan menjadi momen tidak terlupakan. 

Jangan lupa mengambil foto dengan latar belakang matahari terbenam di Laut Barat dan unggahlah di media sosial. Tidak peduli dengan siapa pun kamu ke sini – pasangan ataupun anggota keluarga, dipastikan kamu akan jatuh cinta dengan Paradise City Cimer. 

sumber gambar: visitkorea.or.id

Versi Terbaru dari Sauna Kering Korea

Sauna kering arang merupakan jenis yang paling sering ditemukan di Korea. Ion negative dan sinar inframerah jauh yang dihasilkan arang akan menenangkan pikirin, mengurangi kelelahan, dan meningkatkan sirkulasi darah. Oleh karena pandemic COVID-19, program kelompok dihentikan sementara. Silakan cek situs resmi untuk mengetahui apakah program ini sudah dilaksanakan kembali ketika situasi pandemi telah membaik.

sumber gambar: visitkorea.or.id

Camilan Mengenyangkan
Tidak mengherankan jika kamu lapar setelah menikmati spa. Kamu tidak perlu keluar lagi karena ada banyak makanan di dalam Cimer. Pilihannya tersedia dari: Food Plaza, tempat di mana kamu bisa makan dengan kenyang; Sports Bar X, tempat untuk meneguk minuman sederhana sambil menonton permainan olahraga sama seperti bar di Las Vegas; The Restaurant yang menjual makanan sehat berfokus pada rasa asli bahan; dan Snack Bar yang dipenuhi dengan berbagai macam camilan terdapat di area sauna kering.

INFORMASI

  • +82-2-1833-8855
  • Buka setiap hari (tutup seminggu setiap April)
    Zona Spa Aqua
    10:00-19:00 (weekdays), 10:00-21:00 (weekend) *normal
    10:00-20:00 (weekdays), 10:00-22:00 (weekend) *peak season
    *cek situs resmi untuk jam operasional setiap musim
  • Tiket terusan Spa Aqua KRW 50.000 (dewasa), KRW 40.000 (remaja)
    Tiket terusan Sauna Kering Korea KRW 30.000 (dewasa), KRW 24.000 (remaja)
    *harga untuk weekdays selama musim sepi
  • 186, Yeongjonghaeannam-ro 321beon-gil, Jung-gu, Incheon
  • Parkir tersedia
  • www.p-city.com 
Share:

Al Fine. [ track 16C ]

Writer's POV

Perempuan yang sore ini mengenakan rok semata kaki berwarna coklat, juga kemeja katun dengan warna senada itu masih duduk menatap layar ponselnya, ketika sosok lelaki yang memintanya menunggu hadir di hadapannya. "Yuk!"

Rasi baru saja berdiri dan hendak mengulas senyum, ketika ia melihat seorang perempuan berdiri tepat di belakang Utara. Mengetahui arah pandang Rasi, Utara lekas menarik tangannya, "Eh ya kenalin dulu ini Kemarau, Ras." Lelaki yang miliki lesung di pipinya itu tersenyum, "Nah lo Kem, ini Rasi."

"Summer, bukan Kemarau, ini orang emang suka aneh-aneh aja."

"Rasi," jawab Rasi singkat seraya menyambut jabatan tangan dari perempuan yang mengenalkan dirinya sebagai Summer itu.

Utara masih mengulas senyum dengan sebelah tangan yang kini berada di belakang pundak Rasi, "Kita anter dia balik dulu, ya, Ras. Kamu parkir mobilnya di basement, 'kan?"

Hanya anggukan yang kemudian Rasi berikan sebagai jawaban. Meski di benaknya muncul beragam pertanyaan atas sikap Utara, dan juga hubungan kedua anak manusia yang kini berjalan bersisian di hadapannya.

Ketiganya memasuki lift tanpa percakapan yang berarti, bahkan hingga tiba di parkiran pun hanya ada hening yang menyapa. Walau sempat ada pertanyaan dari bibir Utara yang menanyakan karcis parkir pada Rasi, yang juga menunjukkan lokasi mobilnya berada.

Melihat Summer yang hendak membuka pintu depan, Utara lekas menahannya. "Siapa yang suruh lo duduk depan, Kem? Belakang dih!"

Summer mencebikkan bibirnya tanda protes, "Biasanya juga di depan, kenapa jadi di belakang?"

Enggan mendengar perseteruan, Rasi memilih menengahi mereka. "Aku aja yang di belakang."

Sadar ada yang berbeda dari nada bicara Rasi, Utara hanya sanggup mengernyitkan keningnya. Tanpa mengindahkan Summer yang sudah menjulurkan lidah kepada Utara, dan bergegas naik ke dalam mobil.

Mobil yang Utara kendarai baru saja keluar dari basement ketika Summer kemudian menghadap ke belakang, menatap Rasi yang sejak tadi hanya diam tanpa suara. "Eh tadi namanya Rasi, ya?" Rasi menganggukkan kepala, "Jangan mau disuruh-suruh sama Utara, Ras. Masa perempuan yang disuruh nganterin mobilnya sih."

"Gapapa kok," Rasi menjawab ucapannya dengan senyuman.

Summer menggeleng, lalu mencubit pelan lengan kiri Utara. "Lo juga, Ut. Emang nggak kasihan temen lo harus jauh-jauh anterin mobil ke sini?"

Utara lekas menatap Rasi dari rear-view mirror sambil menyunggingkan smirk andalannya, "Dih siapa yang bilang dia temen gue?"

"Terus apa?"

Bibir Utara baru saja hendak menjawab tanya Summer, namun Rasi mendahuluinya dengan pernyataan yang membuat Utara lagi-lagi menatap perempuan itu dengan sebelah alis yang terangkat. "Saya temen adiknya Utara."

"Oh temennya Utari? Berarti dia senior lo dong, Ras?" Summer lagi-lagi bertanya sambil menunjuk Utara, yang kemudian kembali dijawab Rasi dengan anggukan. "Jangan semena-mena dong lo sama junior, Ut."

"Apaan deh? Senior-junior nggak ada di kampus gue."

"Iya deh bapak ketua bem yang menjaga keadilan seluruh mahasiswa. Percaya gue sama lo!"

Bila perasaan manusia bisa digambarkan sebagai air di lautan, mungkin sudah bisa ditebak pula bila saat ini air laut itu tengah bergejolak hebat di dalam dada Rasi. Hari ini, rentetan kejutan yang diterimanya membuat ia terus mempertanyakan kedekatan Utara dengan perempuan bernama Summer, yang ternyata miliki nama panggilan kesayangan dari lelakinya itu.

Bahkan ucapan Summer barusan justru membuat perasaannya tak jua membaik. Sebab sepertinya, sudah banyak yang perempuan itu ketahui tentang kekasihnya. Mulai dari jabatan Utara sewaktu di kampus dulu, bahkan sampai dengan nama Utari pun terlontar dari bibirnya.

Semesta mungkin sedang ingin menguji debar jantung, hingga seluruh sel-sel keterkejutan di tubuh Rasi ketika kekasihnya lagi-lagi terlibat percakapan yang akrab dengan Summer. Yang mau tak mau juga membuat Rasi harus menajamkan telinga, tapi mati-matian menahan jengah karena tak bisa ikut ke dalam percakapan itu.

"Eh Ut, lo udah coba nasi goreng kambing yang di Roxy itu belum sih? Katanya ngalahin nasgorkambonsir loh."

Utara menolehkan kepalanya pada Summer, "Masa?"

"Iyaaaa, temen-temen gue bilang gitu. Kapan-kapan nyobain yuk, udah lama deh lo nggak ngajak gue kulineran lagi."

Kali ini Rasi terang-terangan menatap Utara, setelah menggeser duduknya agar sejajar dengan bangku Summer. Yang ditatap sepertinya tidak tahu, sebab ia kini justru terlihat tertarik menanggapi Summer. "Lo bilang katanya mau diet."

"Yaelah diet itu bukan berarti nggak makan, porsinya aja dikurangin, terus olahraganya makin dikencengin."

"Bisa aja lo ngelesnya!"

"Kayak lo nggak jago ngeles aja. Gue 'kan belajarnya dari lo, Ut."

Utara tertawa, namun manik matanya ia fokuskan menatap Rasi yang kini sibuk memainkan jemarinya di atas ponsel. Tanpa sedikit pun terlihat tertarik untuk berada di antara obrolannya dengan Summer.

Sadar dengan sikap Rasi yang seolah tak nyaman, Utara mencari topik yang sekiranya bisa memancing kekasihnya itu bersuara. "Ini lama-lama beneran tua di jalan deh gue rasa. Macetnya nggak ada obat banget."

Summer terkekeh, sementara Utara melihat Rasi sudah mengangkat wajahnya dan ikut menatap jalanan yang padat merayap. "Makanya, Ut, lo harus bersyukur tiap hari gue temenin pulang, jadi lumayan lo nggak bosen ngadepin macet."

Tepat usai ucapan itu disuarakan, Utara memejamkan mata menyadari kesalahan obrolannya. Rasi yang tadi hanya menatap jalanan, kini kembali mengalihkan pandangannya pada Summer dan Utara bergantian. 

Tepat ketika pandangannya beralih menatap rear-view mirror, detik itu juga Rasi sadar bila sejak tadi Utara memperhatikan pandangannya. Tak perlu waktu lama untuk memutus tatapan di antara keduanya, suara notifikasi di ponsel Rasi membuatnya lekas menunduk, dan terbebas dari tatap Utara yang menyelidik. 


Seulas senyum terukir di bibir Rasi yang tengah menahan tawanya, melihat foto yang dikirimkan oleh Javaskara.


Bertepatan dengan Rasi yang menekan tombol send untuk pesan yang ia ketikkan, ponselnya berbunyi menampilkan panggilan masuk dari Javaskara, yang lekas ia tolak sebab tak ingin percakapan teleponnya menjadi fokus Utara dan juga Summer. Pun sebetulnya, kondisi Rasi saat ini tengah membuatnya malas untuk berbicara.

Enggan menerima panggilannya diabaikan, Javaskara kembali menelepon dan membuat Rasi lekas menolaknya lagi. Lalu dengan cepat mengetikkan pesan untuk Javaskara.


Sepertinya memang seorang Javaskara diciptakan untuk melanggar semua aturan yang ada. Buktinya saja kini ponsel Rasi kembali bersuara, sebab panggilannya yang lagi-lagi datang, meski sudah berulang kali ditolak.

Summer yang sejak tadi menyadari dering ponsel Rasi pun kini menolehkan kepalanya, "Angkat aja, Ras, siapa tahu penting."

Rasi menggeleng, seraya menatap Utara yang sejak tadi masih tak lepas memandanginya dari rear-view mirror. "Nggak kok, ini nggak penting-penting amat," balas Rasi sembari mengubah gawainya menjadi mode senyap.

Utara memacu kendaraannya sedikit lebih cepat, untuk urai semua rasa tak nyaman yang pelan-pelan menggerogoti dirinya. Mulai dari diamnya Rasi, berisiknya Summer yang bisa jadi membuat Rasi salah paham, sampai dengan Rasi yang sejak tadi terlihat amat fokus menatap ponselnya diikuti dengan ulasan senyum dan tawa yang tertahan.

Mobil yang diisi oleh ketiganya kini tiba di salah satu bangunan megah yang menjulang tinggi, membuat Rasi menolehkan kepalanya keluar, sementara Summer melepas seatbelt-nya seraya tersenyum cerah pada Utara. 

"Thanks ya, Utara ganteng. Hari ini gausah salim deh ya, malu anjir sama temen lo." Rasi berpura menulikan telinganya, "Rasi, gue duluan ya! Nice to know you." Summer mengakhiri salam perpisahannya dengan lambaian tangan pada Rasi yang juga tengah tersenyum. 

Usai Summer menghilang dari pandangan, Utara menolehkan kepalanya ke belakang, "Ini aku jadi supir aja nih? Kamu nggak pindah ke depan, sayang?"

Rasi melirik Utara sekilas sebelum turun untuk mengisi kosong di bangku depan. Belum sempat mobil dilajukan, ponsel Rasi kembali menyala, dengan nama yang tak asing sudah tertangkap jelas di mata Utara

"Angkat aja, Ras. Siapa tahu penting."

Mau tak mau Rasi pun mengangkat panggilan tersebut, "Halo."

"Bener-bener ya lo! Gue dateng, lo nggak ada. Gue teleponin di-reject mulu."

"Berisik soalnya."

"Dih ngeselin. Ini gimana nih gulali sama es krimnya? Udah ribet-ribet nyari nih gue."

Rasi menghela napasnya, "Nggak ada yang minta, Jav."

"Ya emang, tapi ini tuh ucapan terima kasih gue karena kemarin lo dengerin gue curhat elah. Masa ini gue bawa balik lagi sih? Sayang amat."

"Ya kalau nggak mau makan sendiri, bagiin aja sama yang di kantor, Jav."

"'Kan gue belinya buat lo."

Rasi memutar kedua bola matanya, "Please deh, nggak usah dibikin ribet. Lo juga kebiasaan banget lagian suka tiba-tiba gitu."

Suara tawa Javaskara terdengar begitu renyah di ujung panggilan, membuat Utara juga menoleh dengan sebelah alis yang terangkat. "Biar seru. Biar hidup lo nggak kayak manual book, Ras."

"Udah ah bawel, gue matiin, bye," tutup Rasi begitu saja dengan panggilan di antara keduanya.

Sesungguhnya Rasi masih enggan untuk berbicara, sebab ia masih terjebak pada pikirannya sendiri akan Utara dan Summer tadi. Hingga ia memilih untuk menanggapi Javaskara seadanya, lalu kembali menatap jalanan tanpa sedikit pun menoleh pada Utara, yang sejak tadi masih menunggunya bersuara.

Utara berdeham, "Siapa tuh, Ras?"

Rasi melirik Utara, lalu menjawab singkat. "Temen."

"Ohh, ya iya sih ya, temenmu 'kan banyak. Lupa aku, Ras." Ada nada sindiran yang diisyaratkan oleh Utara di antara ucapannya. Rasi mengetahui itu, namun ia memilih bungkam agar hawa canggung tak semakin terasa di antara mereka.

Untuk kali ini, keduanya sama-sama dibuat kesal dengan sikap masing-masing. Rasi dengan rasa kesalnya pada Utara yang terlihat begitu dekat dan akrab pada Summer, sedang Utara pada Rasi dengan Java yang sering kali namanya hadir di antara mereka.

Dua anak manusia yang tengah memangku ego masing-masing itu masih tetap bertahan dalam diam, hingga Utara tiba dan menghentikan mobilnya tepat di lobby Terracota. "Aku nggak mampir deh, ya."

Seberkas keterkejutan berkilat di mata Rasi, namun dengan cepat perempuan itu enyahkan agar tak tampak di mata Utara. Lekas Rasi mencangklong tasnya di pundak, lalu membuka pintu mobil. "Makasih ya, Dit."

Hanya satu itu yang Rasi sampaikan sebelum ia benar-benar turun dan beranjak dari hadapan Utara, tanpa sedikit pun menoleh. Seperti kebiasaan yang biasa dilakukannya ketika Utara hanya berkesempatan mengantarkannya di lobby.

Kaget dengan respon yang diberikan Rasi membuat Utara hanya membuang napasnya kesal. Lalu dengan cepat memacu kendaraannya berlalu, dan kembali membelah jalanan yang sudah digantungi awan-awan hitam pekat. Sepekat perasaannya yang kini dipenuhi amarah dan juga rasa kesal.

***

Rasi Alfa Karina tak pernah biarkan tangisnya pecah di depan siapa pun. Selain tak ingin bila harus tunjukkan sisi lemahnya, ia juga enggan untuk jelaskan alasan di balik tangisnya yang kadang hadir hanya sebab kesal yang merajai kepalanya. Sama seperti hari ini.

Tepat ketika kakinya menginjakkan kaki di lantai 19 sebulir airmata itu mengalir di pipinya. Rasa kesal yang ditahannya sejak di kantor Utara, akhirnya tumpah melalui airmata yang erat-erat ia sembunyikan. Bahunya bergetar menandakan isakan yang akan segera hadir.

Rasi mempercepat langkah menuju unit tempat tinggalnya, namun kakinya terhenti tepat ketika tangannya menggenggam kenop pintu. Kilas balik sikap dan ucapan Utara yang begitu dingin padanya di lobby tadi, membuatnya setengah mati memeluk kesal sendirian.

Ia tak pernah menyangka Utara akan membiarkannya pergi begitu saja, tanpa penjelasan apa-apa. Rasi bahkan tak pernah menyangka akan kembali saksikan kedekatan Utara dengan orang lain, seperti dulu ia sering lihat kedekatan itu usai jarak tercipta di antara mereka.

Rasi tertunduk lemas, ia lelah dengan semua hal yang hari ini seharusnya diisi oleh tawa dan rasa senang. Satu tarikan napas Rasi ambil dari mulut, sebelum ia keluarkan kunci pintu. Rasi mendorong pintu yang kini sudah terbuka untuk masuk, dan membenamkan diri dengan derai tangis juga suara hujan yang sepertinya mulai membasahi bumi.

Belum sempat Rasi menutup pintu, satu dorongan kuat menahan tangannya, membuat pintu yang semula sudah akan tertutup kembali terbuka lebar. Utara berdiri di sana, tatapannya lekat menatap Rasi yang sejak tadi menangis tertahan. Tanpa basa-basi bahkan belum sempat Utara mengucapkan sepatah kata pun, gadis itu sudah lebih dulu menghambur ke dalam pelukan Utara.

Kedua tangan Utara yang semula masih berada di samping tubuhnya, kini sudah mendekap tubuh Rasi, "Loh kamu kenapa?" tanyanya sembari memaksa untuk mengangkat wajah Rasi, namun Rasi hanya menggeleng dan kembali membenamkan wajahnya pada dada Utara.

Cukup lama Utara membiarkan mereka berada di posisi tersebut, tanpa menutup pintu apartemen, hingga ia menyadari kemejanya kini sudah mulai terasa basah. Utara menarik napasnya, "Sssttt, aku tutup pintunya dulu, Ras. Nggak enak nanti ada yang denger, dikiranya aku nyakitin kamu."

Rasi masih bergeming, membuat Utara akhirnya melangkah masuk masih dengan Rasi yang berada di pelukannya. Sebelah tangannya kembali mengelus rambut Rasi, setelah ia berhasil menutup pintu dengan susah payah.

Utara menatap bahu Rasi yang bergetar di pelukannya. Berulang-ulang ia menggelengkan kepala melihat sikap kekasihnya. Rasi dengan isi kepalanya yang terus tersimpan rapi, sudah selaiknya kotak Pandora yang tak seorang pun bisa paham, bila tak benar-benar bersedia mengenalinya. Satu-satunya hal yang sejak dulu bahkan hingga nanti masih akan terus Utara usahakan.

Tadinya Utara memang berniat untuk kembali ke rumah, namun belum sempat ia menjauh dari apartemen, hatinya sudah lebih dulu memilih untuk kembali karena tak tenang meninggalkan Rasi dengan sikap yang sedingin itu. 

Sejujurnya sejak memilih kembali tadi, Utara berulang kali meragu bahkan merutuki diri keputusannya yang dirasa salah. Namun kini, setelah melihat Rasi yang tengah menangis di pelukannya, membuat Utara percaya bahwa pilihan hatinya tak pernah salah. Ia justru bersyukur sudah memilih kembali, sehingga bisa menemani Rasi dengan semua perasaan dan pikirannya yang saat ini juga pasti sama kacaunya dengan Utara.

Lama Utara membiarkan Rasi menangis sambil terus ia tenangkan dengan usapan di punggungnya. Hingga kemudian puan itu menarik diri dan menyeka airmatanya, lalu menatap lurus pada kedua manik mata Utara. "Udah puas nangisnya, Ras? Atau mau nangis lagi? Hm."

Rasi menggelengkan kepala, sementara Utara sedikit mengulas senyum, lalu mengacak rambut kekasihnya itu sebab gemas. Utara melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambil gelas dan menuangkan air mineral ke dalamnya. "Nih, minum dulu. Airnya udah aku baca-bacain, biar habis minum, kamu bisa cerita."

Tanpa jawaban, Rasi lekas meminum air mineral itu dengan sekali teguk. Disekanya air yang sempat meleleh di ujung bibirnya, lalu menatap lekat pada Utara yang kembali mengajukan tanya padanya. "Kamu tadi tuh nangis kayak gitu kenapa, Ras?"

"Kesel!"

Utara tertawa mendengar ucapan Rasi, "Sama siapa? Aku? Kemarau? Atau karena kamu duduk di belakang? Kamu kesel kenapa, sayang?"

Rasi tetap diam dengan kedua tangan yang kini memegang ujung gelas dan memainkannya. Utara mengambil gelas itu, lalu mengenggam jemari Rasi untuk meminta fokus sang puan hanya pada dirinya. "Kamu kesel karena harus repot-repot ke kantor aku? Iya? Siapa yang nyuruh kamu ke kantor aku? Fajar, ya? Padahal aku tadi tuh udah bilang, nanti pulangnya aku aja yang ambil, eh ma—"

"Kamu!" Rasi melepaskan jemari Utara lalu memalingkan wajah dari lelaki itu.

"Aku? Kenapa aku?"

"Nggak nyadar? Ngaca sana, Dit!"

"Ganteng sih, Ras, kalau aku ngaca," canda Utara yang kembali memancing kekesalan Rasi.

Malas menanggapi Utara yang tengah menahan tawa membuat Rasi lekas berdiri, namun lebih dulu ditahan Utara yang kini berdiri tepat di hadapannya. "Kamu kalau misalnya kesel, bilang keselnya kenapa. Jangan suruh aku nebak-nebak alasannya apa. Ya walaupun mungkin aku tahu, tapi aku penginnya kamu yang ngomong, Ras. Jelasin kenapanya, belajar buat ngomong, belajar buat terbuka sama aku."

Rasi masih menunduk dan enggan menatap Utara, membuat sang tuan yang sejak tadi berusaha mengurai kesal miliknya itu akhirnya memegang dagu Rasi lembut, dan membuat perempuannya itu menatap dwinetranya. "Kenapa sih? Kamu kesel karena aku tuh kenapa? Beneran karena aku apa karena Kemarau?"

Kali ini Rasi berdecak kesal usai dengar nama panggilan yang Utara sebutkan untuk teman kantor kekasihnya itu. "Terus aja, terusin manggilnya pake Kemarau Kemarau. Nama dia beneran Kemarau atau Summer sih?" tanya Rasi dengan raut kesalnya, sembari melepas paksa genggaman Utara yang sontak disambut oleh lelaki itu dengan gelak tawa yang cukup kencang.

"Jiah ini tuh maksudnya kamu cemburu?"

"Apaan sih?"

Utara mengunci Rasi dengan mendekatkan dirinya dan meletakkan tangannya pada meja di belakang Rasi. "Cemburu, 'kan?"

"Bukannya aku emang harus cemburu, ya? Apalagi aku baru tahu kalau ternyata selama ini, pacar aku nih malah nganterin perempuan lain mulu setiap pulang kerja."

Ada tekanan yang Rasi ucapkan di tiap kata yang dilontarkan, membuat Utara lagi-lagi harus menatap gemas, dan juga semakin tertarik untuk menggoda Rasi dengan gurauannya. "Apa, Ras? Coba ulangin?"

"Apa? Kamu nganterin dia mulu, 'kan?"

"Bukan, yang sebelum itu."

"Apaan? Aku emang harusnya cemburu?"

Utara menggeleng dan menegakkan tubuhnya, kedua tangannya kini membungkus pipi Rasi, "Bukan sayang, bukan yang itu. Yang setelah itu. Tadi kamu nyebut aku siapanya kamu?"

Sadar dengar kata yang dimaksud Utara membuat Rasi hanya diam untuk tutupi salah tingkahnya, namun sayangnya rona merah jambu di pipinya sukses membuat Utara kembali tergelak. 

"Cie salting," sindir Utara dengan kedua tangan yang kini tengah memegang perutnya yang sakit akibat tawa tanpa jeda. "Jadi aku tuh emang udah dianggep pacar, ya, Ras? Bukannya tadi kamu ngakunya temen adik aku?"

Rasi beranjak menuju kulkas untuk mengambil jus jeruk dingin yang ia harap bisa meredakan kekesalannya. "Hebat ya, Dit. Dia tahu banyak banget soal kamu. Dia tahu nama adik kamu siapa, tahu aku junior kamu, tahu kamu ketua BEM. Terus dia tahu apaan lagi, Dit? Udah tahu sejauh mana, Dit?"

Utara belum menjelaskan apa-apa, Rasi lebih dulu berseloroh kembali. "Oh aku lupa, jadi ini yang dimaksud Abian? Yang kamu sering ajak ke acara keluargamu itu tuh dia?"

Satu tegukan air mineral yang sedang Utara coba telan hampir kembali ia keluarkan, karena terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba Rasi. "Nggak gitu, Ras. Aku tuh..."

"Apa? Aku apa? Bener dia, 'kan? Coba sekarang aku tanya, bener dia bukan?"

"Ya iya emang dia."

"Ya udah case closed."

"Kok ya udah?"

"Aku mau mandi aja, udah gerah," langkah Rasi yang ingin menjauh dari Utara, lekas dimanfaatkan oleh Utara untuk meraih tangan sang puan, lalu menariknya untuk berdiri di hadapan Utara. "Belum selesai, Ras. Jangan kebiasaan kayak gitu. Ini tuh harus diselesaiin dulu."

"Ya apa yang mau diselesaiin sih?"

"Pertama, kamu cemburu. Iya atau nggak?"

Rasi diam, namun tak mengalihkan pandangannya dari Utara.

"Oke kamu diem berarti jawabannya iya. Kedua, cemburunya karena aku panggil Summer itu Kemarau? Well, iya ini aku yang salah, walau itu bukan panggilan kesayangan sih, tapi karena emang males pakai bahasa inggris. Toh yang lain juga manggilnya gitu."

"Ketiga, karena kamu duduk di belakang. Jadi kamu ngira kamu nggak aku anggep, ya? Seingetku tadi aku udah suruh Summer pindah, tapi kamu bilang gapapa. Oke tetep aku yang salah. Aku minta maaf. Keempat, karena dia aku ajak ke acara keluarga? Oke aku akuin emang iya, tapi itu sebelum ada kamu, sayang. I have no idea. Daripada ribet direcokin sama keluargaku."

"Kelima, karena dia aku sering jalan sama dia dan aku sering anter dia? Nggak ih, itu bohong. Nggak sering, tapi beberapa kali aja, kulineran juga itu ya pas random aja dulu. Lagian dia tuh punya mobil juga, sayang. Dianya aja itu yang lebay ngomong sering. Kamu tuh di belakang diem-diem merhatiin itu, 'kan? Jangan kira aku nggak lihatin kamu ya. Terus apa lagi? Aku salah karena pas kamu pindah ke depan kita jadi diem-dieman? Oke itu aku akuin aku salah sih emang. Salah banget malah."

Rasi masih diam, namun kali ini bukan sebab malas menanggapi. Melainkan karena ia tertegun dengan Utara, yang berhasil mengurai semua rasa kesal yang tadi hanya ia simpan sendiri. Gadis itu tak pernah menyangka Utara begitu piawai membaca dirinya.

"Aku salah apalagi, sayang? OH! Terakhir nih terakhir, gara-gara aku nggak mampir ya tadi? Bener nggak? Kalau dipikir-pikir, aku nggak salah-salah amat, Ras. Toh tadi kamu bukannya nahan, malah langsung turun, tapi oke itu aku yang salah sih tetep. Walau akhirnya aku nggak mungkin bisa langsung pulang sih. So, udah berapa tuh, tujuh ya? Oke masih kurang nggak? Kalau masih coba sebutin, Ras."

Utara berdiri dari tempat duduknya, memangkas jarak yang tadi sempat memisahkan keduanya seraya mengenggam erat jemari Rasi dan tak melepas tatap dari kekasihnya. "Sebutin aku salah di mana lagi, Ras. Ada lagi hm? Apalagi coba apalagi salahnya aku?"

Dengan debar jantung yang berpacu dan bercampur dengan rasa kesal, Rasi refleks mendorong Utara menjauh. Ia berlari menuju kamarnya dan meninggalkan Utara yang kini hanya tertawa dengan bebas. Rasi yang kini sudah berada di kamar, samar mendengar teriakan Utara yang kembali menggodanya. "Oh kamu kalau cemburu tuh gini, ya? Gemes tahu, Ras!"

***

Rasi keluar dari kamar dengan handuk yang melilit di rambutnya. Ia mengedarkan pandangan ke segala penjuru ruangan, namun tak menemukan Utara sama sekali. Bahkan balkon yang kadang menjadi tempat favorit Utara pun masih tertutup rapat, tak menunjukkan kehadiran lelaki itu.

Beberapa kantong makanan masih terbungkus rapi terlihat di kitchen island, membuat Rasi yang semula sudah ingin berbicara baik dengan Utara justru kembali kesal karena Utara pulang tanpa berpamitan padanya.

Rasi baru saja akan membuka bungkus makanan di hadapannya, ketika suara pintu terbuka membuatnya menoleh dan mendapati Utara yang kembali dengan satu kantong belanja di tangannya. "Loh kok muka kamunya ditekuk gitu, Ras? Kenapa, sayang?"

"Kamu dari mana?"

"Beli es krim, sayangku. Kenapa? Kamu kira aku pulang, ya? Nggak bakal aku pulang kalau belum peluk sama cium kamu, Ras. Enak aja! Ngurang-ngurangi kebahagiaan aku itu namanya."

Rasi berdecak sebal mendengar ucapan Utara, sementara Utara hanya tertawa setelah memasukkan dua kotak es krim dan juga membawa satu bungkus es krim mochi strawberry ke hadapan Rasi. "Nih buat kamu, biar adem hati kamunya, biar nggak cemburu-cemburu lagi." Rasi hanya mencebik sebal mendengarnya, membuat Utara beranjak ke belakang Rasi untuk mendekap kekasihnya itu dengan erat.

"Mulai besok aku nggak anter dia lagi, oke? Janji nih aku."

Helaan napas dari bibir Rasi akhirnya lolos. Ia membuka bungkus es krim yang dia bawa Utara. "Ya gapapa, Dit, kalau kamu mau anter dia. Aku nggak akan larang kamu juga. Aku tuh nggak mau jadi pacar yang posesif ke kamu."

"Aku sih gapapa diposesifin, Ras. Tapi..." Utara menggantung kalimatnya, membuat Rasi menoleh dan menatap Utara bingung. "Tapi kamu udah ngaku beneran kalau aku pacar kamu, Ras?"

"Ya emang kita pacaran 'kan, Dit?"

"Pacaran sih, tapi aku nggak diakuin. Sedih nggak sih, Ras?"

Rasi lekas melepas pelukan Utara, dan memutar badannya untuk menghadap Utara. Sinar mata perempuan itu mengisyaratkan rasa khawatir yang juga tak coba ia tutupi. "Dit..."

Sadar dengan salah pada ucap yang tadi dia lontarkan, Utara lekas mencubit ujung hidung bangir Rasi, lalu mengulas tawa kecilnya setelah melihat jejak es krim di sudut bibir Rasi. "Apa sih? Kok panik kamunya? Aku cuma ngomong doang, Ras. No bad intentions, sayang. Beneran cuma ngomong doang, nggak ada maksud apa-apa. Kamunya jangan sampe kepikiran, ya."

Rasi masih menatap lekat pada Utara, ia mencari celah untuk mengetahui apakah lelaki itu tengah berbohong, atau seluruh ucapannya adalah benar yang berasal dari hatinya. Satu kecup ringan berhasil Utara curi dari bibir Rasi, membuat lengkung senyum mau tak mau tergambar di wajah Rasi, "Udah nggak usah dipikirin, aku bercanda, sayang. Mending kita makan dulu, yuk. Keburu makanannya dingin, nanti nggak enak, Ras."

Sekali lagi Rasi memeluk Utara sebelum menganggukkan kepalanya. Tepat ketika keduanya sudah berada di kursi masing-masing, ponsel Rasi berbunyi dan menampilkan satu panggilan video yang berasal dari Javaskara. 


Nama yang terlihat dengan jelas di mata keduanya itu, membuat Rasi kini menatap Utara sembari menggigit ujung bibirnya, cemas dan takut bila saat ini gantian Utara yang menjadi kesal.

Utara berdeham. Lelaki itu tak mengalihkan pandangannya dari Rasi yang kini duduk di depannya, "Kalau sekarang, gantian aku yang cemburu boleh?" Rasi menegakkan tubuhnya, dan hendak mengambil ponsel yang terus berdering itu, namun sayangnya tangan Rasi kalah cepat dengan pergerakan Utara.

Dengan senyum yang terkembang di bibirnya Utara lagi-lagi menatap lekat pada Rasi, seraya menyodorkan ponsel itu pada juwitanya. "Mau aku yang angkat atau kamu yang angkat? Atau, gimana kalau kita berdua aja yang angkat? Mumpung video call nih, biar dia tahu kalau kamu lagi sama aku."




Share: