Better Late Than Never [Movie Review]

January 26, 2019


Memories of The Alhambra adalah drama korea pertama yang aku ikutin selama masa penayangannya. Bukan marathon pas dramanya udah selesai, tapi benar-benar ikutin tiap minggunya. Gila, sebuah apresiasi luar biasa buat diri sendiri setelah akhirnya Bella bersedia nonton drama korea semenjak 2018 kemarin. 

Awalnya, selalu protes kalau dipaksa nonton drama korea yang panjangnya naudzubillah berepisode-episode. Belum lagi malas kalau harus nunggu-nunggu gitu per minggunya, tapi karena setting tempatnya Memories of The Alhambra ini di Granada, ya gila aja lo kalau Bella nggak tertarik mah. Apalagi sinematografinya, duh mari mengagumi keindahan dan keeksotisan Granada di malam hari~



Pun kebetulannya baru selesai mengerjakan naskah dan ingin memberikan hadiah untuk diri sendiri, maka mulailah menonton episode pertama Memories of The Alhambra. Walau di awal sempat bingung dengan Hyun Bin yang tiba-tiba udah K.O, tapi menjelang akhirnya malah hanya bisa melongo dan nggak sadar udah berakhir. 

Kayak ngerasa, "Wah gila sih, tadi itu gue nonton apaan? Kok keren? Jadi tadi itu teh game doang? Jadi, gimana lanjutannya lagi?" Se-excited itu karena akhirnya menemukan lagi tontonan yang bisa bikin kepala mikir. Karena kayaknya udah lama deh nggak nonton film yang seperti ini. Iya emang, Bella-nya aja yang kudet~




Kalau tadi tertarik buat nonton itu karena setting latarnya, tapi setelah lihat episode pertama sampai keempat tuh jadi makin banyak alasan kenapa pengin nonton. Pertama, karena nampaknya kisah romantis unyu-unyu berkya-kya itu akan jarang muncul. Kedua, mengusung genre fantasy dan yang dibahas tentang game AR pula.

Ketiga, menyadari bahwa ahjussi Hyun Bin punya lesung pipi yang tiada dua meski sudah berumur--eh ini abaikan saja haha. Keempat, akting pemainnya yang wah bikin geleng-geleng kepala. Kelima, plot twist di akhir episode yang bikin selalu bertanya-tanya dan akan terjebak dengan jawaban di next episode-nya. Dan juga sederet alasan lainnya yang bikin aku betah nonton sampai ke episode terakhirnya (re: episode 16)




Bicara tentang chemistry dua tokoh utama mah nggak usah diragukan lagi lah ya. Mereka ini nggak perlu banyak ketemu dalam satu scene, nggak perlu romantis ala-ala, bahkan skinship aja bisa dihitung. Tapiiii.... itu aja udah bikin pengin gigit-gigit bantal karena nyeri dan manis dalam satu moment. Kayak gimana kalau genre romantis yang diusung? Hhhhh, diabetes deh ah pasti!






Akting semua tokoh di film ini mah udah deh ya juara! Hyun Bin sama Park Shin Hye juga udahlah, jagoan! Tapi mungkin yang disayangkan adalah masih kurang strong aja untuk karakter lead female-nya di dalam cerita. Andai nih andai, andai doi ikut main dalam game juga seperti lead male-nya, mungkin akan lebih terasa ajib lagi. Karena, sungguhlah, akting PSH saat di episode terakhir sewaktu dia login game lagi itu, mantul sekali~~~


Belum lagi soal theme song. Duh, sebelas dua belas kayak A Star is Born, yang memang sebegitunya ciamik untuk menambah apik filmnya. Balik lagi ke alur cerita si Memories of The Alhambra. Ya namanya juga fantasy, yang nggak masuk akal bisa jadi mungkin. Yang udah diprediksi, bisa banget melesetnya. Sama kayak di ending, yang membuat orang-orang yang sudah merelakan waktunya nonton selama 2 bulan jadi kecewa.

Aku pribadi sih nggak ada masalah dengan endingnya--terlepas akan ada season 2 atau nggak. Karena buatku ya kalau memang udah sampai situ, ya udah cukup. Selain juga karena dari awal episode udah persiapan banget untuk endingnya yang ya udahlah ya terserah penulis skenarionya aja. Karena mau gamau, drakor udah terbiasa begitu, kan? Ini juga salah satu yang bikin gemes, kenapa mereka selalu bisa bikin drama yang keren sepanjang alur dan sejak awal, tapi endingnya selalu bikin ngerasa kurang. Syalalalalala, manusia mah emang suka ngeluh kurang terus ehehe~



Jadi mending gausah kasih ekspektasi tinggi-tinggi untuk ending Memories of The Alhambra. Selain juga karena, mau berharap sebesar apa sih sama genre fantasy? Beberapa west film pun banyak yang bikin cengo dan bingung untuk ending-nya. meski memang nggak semua, tapi cukuplah untuk akhirnya maklum dengan writer Nim yang agak anti mainstream dan doyan bikin penonton emosi hehe.

Kurun waktu 7 bulan untuk menghasilkan film seperti Memories of The Alhambra sih perlu banget untuk diapresiasi. Jadi kesampingkan dulu endingnya. Karena people seriously, film ini tuh overseas. Yang mana crew-nya beda-beda, dan pastinya banyak melibatkan orang serta pasti complicated selama pembuatannya.



Coba deh liat efek CGI dari film ini, wah gila sih bikin melongo dan ingin main juga. Bahkan gamenya sendiri bisa se-real time itu. So, asli nih, hanya gara-gara ending yang nggak sesuai keinginan dan ekspektasi tuh jadi membuat kita lupa sama keseluruhan cerita dan kerja kerasnya yang terlibat di Memories of The Alhambra? Bahkan sampai jadi Trending Topic, eh gapapa deng, itu berarti memang banyak menantikan drama ini.

Bagiku, semua karya itu nggak bisa sempurna, dan nggak semua karya bisa memenuhi keinginan setiap penikmatnya. Tapi buatku pribadi, dengan tidak melihat logika dan miss di beberapa episode Memories of The Alhambra aku masih ikhlas-ikhlas aja untuk kasih nilai 8,5/10.





Karena ya, drama ini berhasil bikin penasaran untuk nge-next episodenya terus-terusan. Dan itu berarti membuat Memories of The Alhambra layak untuk ditonton. Persis kayak kata-kata yang ada di ending

"Kepercayaan adalah keajaiban yang bisa mengubah dunia, bukan teknologi."


Percaya aja, kalau pun nggak ada season 2, berarti akhir Memories of The Alhambra ya memang cukup sampai di situ. Dan kalau ada season 2 itu berarti memang ada yang belum selesai dan masih harus dilanjut menurut kacamata si penulis skenario dan tim produksinya.

Dari Memories of The Alhambra ini juga kita akhirnya bisa belajar kalau better late than never, nggak sih? Mending disampaikan daripada sok unsaid, iya nggak? Haha. Kenapa? Nonton gih, biar tahu kenapanya! Oke, udahan segitu aja review ala-alanya. Sila nonton sendiri kalau penasaran, kenapa drama korea ini sukses bikin aku yang awalnya nggak tertarik menanti drama, eh ini jadi ketagihan setiap minggu. 

Dan btw, setelah menulis ini, entah kenapa logikaku jadi tercerai berai kalau flashback semua alur ceritanya. Happy weekend dan selamat menonton!


You Might Also Like

2 comments

Followers

Like us on Facebook

Be Friend, Want You?!

All around the world, all i want is you. To be here, to read, to listen, to know me as long as i live. May all the blessing always by your side. Sincerely yours, Stefani Bella