To All the Boys I've Loved Before [Movie Review]

Director: Susan Johnson
Writers: Sofia Alvarez (screenplay by), Jenny Han (based on novel by)
Stars: Lana Condor, Noah Centino, Janel Parrish

Isi kepala lagi nggak asyik? Kerjaan nggak kunjung selesai? Pun waktu berlibur belum ada dan males untuk keluar rumah? Nah kalau lagi kayak gitu, gue sih nyaranin buat nonton film ini aja. Drama romance comedy satu ini tuh cukup amat menyenangkan untuk dinikmati! Ini serius, karena elo nggak perlu mikir konflik dan segala printilan misteri yang belum selesai~

Film ini emang diadaptasi dari novel yang berjudul serupa. Yang mana bagi pembacanya pasti tahu banget kalau nggak semua adegan di novel bisa divisualisasikan dalam filmnya. Kalau di film memang ada kesan sedikit terburu-buru, tapi buat gue yang udah baca trilogi novelnya sih merasa fine-fine aja.

Karena, balik lagi si film ini udah cukup padat merangkum semua yang ada di buku. Ya tahu sendirilah ya, kalau semua bagian di buku dimasukin ke film, akan sepanjang apa itu durasinya. Kasian juga sih, belum lagi malah akan terkesan bertele-tele.

Cerita cinta masa remaja sih tema umumnya. Tapi tunggu dulu, ini nggak cheesy kok, karena gue pun akan males liat film romance yang kadar kemanisannya suka bikin diabetes. Meski ya, pastinya pasar terbanyak film ini adalah perempuan. Padahal menurut gue sih, ini bisa banget kok dikonsumsi oleh pria. Secara, drama TATBILB ini jauh dari unsur menye-menye romantis yang akan bikin elo bilang, "Anjisss apaan sih?" atau "Dih nggak logis banget, mana bisa kayak gitu kalo seumuran mereka."

Kavinsky (si tokoh utama pria) buat gue berhasil menjadi semenggemaskan itu. Dia berhasil ngebawa keluar karakter di dalam novel dan malah melampaui khayalan pembaca sewaktu sekadar baca novel doang. Pun Lara Jean, ya yaudahlah yaaa dia adalah perempuan pada umumnya yang sedang mengalami masa-masa pubertasnya.

Overall, ini kisah percintaan yang manis dan terasa pas untuk umur segitu. Wajar pada usia tokoh-tokoh yang sedang dimainkan. Mesem sewajarnya dan sealami mungkin. Nggak ada kesan dipaksakan pun nggak penuh akan konflik bertele-tele sampai ke keluarga, orang tua, dan semesta yang jauh lebih kompleks. Premisnya buat gue kepegang banget.

Karena TATBILB termasuk romance comedy, tentunya ada jokes-nya juga, dan itu sukses bikin ketawa. Menyegarkan pokoknya, itu stress-stress bisalah sedikit menyingkir. Sedangkan kalau mau bicara soal color grading dan cinematography-nya udahlah ya cuma bisa bilang love it!

Gue nggak mau spoiler apa-apa tapi intinya, ada angka 9/10 untuk film ini!!!


No comments

Post a Comment

© Hujan Mimpi
NA