Cuma Butuh Satu Malam [Movie Review]

November 23, 2018

Director, Writer: Emily Ting
Stars: Jamie Chung, Bryan Greenberg, etc
Genres: Romance Comedy

Cinta yang tepat di waktu yang salah aka cintanya tidak memihak di antara kedua tokoh utamanya. Duh yaelah, bahasan klise ya? Tapi itulah tema yang diusung dalam film ini. Yang kebetulan memang lekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya film ini mirip kayak Trilogi Before, sangat amat padat obrolan. Bedanya di film ini nggak ada tuh namanya romantic gesture seperti Trilogi Before. Bahkan seinget gue, friendly gesture juga nggak banyak deh (itu juga kalo adegan dansa dihitung ya.)

Untuk yang nggak suka film dengan terlalu banyak obrolan semata tanpa adanya plot twist, bisa dibilang film ini membosankan. Gue pribadi suka sama film ini karena semenyenangkan itu untuk dinikmati. Tanpa perlu mikir kenapa abcde, nggak ada darah bertebaran atau hal-hal yang bikin sakit hati. Kecuali ya ending ceritanya yang bikin pengin nyeletuk, "Anjir! Terus jadinya gimana woy?"

Berkaca dari tagline-nya sendiri, yaitu what's meant to be will find a way. Gue mengira akan ada banyak plot twist yang bikin terkejut. Tapi kenyataannya enggak. Ya, sesederhana hidup yang katanya bagi beberapa orang datar. Film ini juga kayak gitu, alurnya bisa dibilang cukup datar pun chemistry antar kedua tokoh utamanya belum sebegitu dalam. Tapi ya, masuk akal. 

Because why? Karena ya kalo bicara dalam kehidupan sehari-hari, hal itu adalah yang memang bakal terjadi. Gini, gini, simpelnnya elo baru ketemu sekali sama seseorang. Lalu menghabiskan semalem doang untuk ngobrol terus ngerasa nyaman untuk bisa berbagi banyak hal. Cerita dari yang nggak masuk akal sampe masuk akal. Nah kalo kayak gitu, mungkin nggak  langsung terbentuk chemistry? Pastinya enggak dong ya~

Filmnya mengalir pelan tapi buat gue bisa banget untuk bikin sesak di beberapa bagiannya. Karena ya itu tadi, ketika bisa dinikmati dan mulai menelaah pun mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari, ada beberapa hal yang akhirnya membuat gue terbawa arus dan terbawa emosi untuk menjadi seperti si tokoh. 

Gue, jadi ikut kepikiran nyamannya ketemu sama orang yang dengannya kita bisa cerita banyak hal. Mulai dari apa yang disuka dan nggak disuka, tentang prinsip hidup, tentang cita-cita yang kemudian didukung. Bahkan tentang perubahan yang membuat kita jauh merasa lebih baik dan lebih nyaman. Hhhhhh, sebel nggak kalo ketemu orang yang kayak gitu tapi situasi nggak memungkinkan?

Nah itu!!! Itu yang bikin gemes dari film ini. Ya pokoknya film ini tuh, the true definition of emotionally cheating. Kenapa gue bilang gitu? Gih nonton aja dulu deh, biar tahu kenapanya. Tapi tenang, di film ini elo nggak cuma akan dapat romance-nya aja kok. Karena ada hal lain juga yang akan bikin elo mikir, kenapa seharusnya elo mengejar impian dan passion lo!

Ngomong-ngomong tentang rate hemmm, ada di skala 7/10.



You Might Also Like

0 comments

Followers

Like us on Facebook

Be Friend, Want You?!

All around the world, all i want is you. To be here, to read, to listen, to know me as long as i live. May all the blessing always by your side. Sincerely yours, Stefani Bella