KEMBALI LAGI, MENULIS LAGI

Minggu pertama Agustus sudah hampir habis, dan janji-janji yang pernah saya tulis di sini untuk rajin nge-blog juga akhirnya hanya berakhir bye-bye. Malas rasanya jadi hal pertama yang saya jatuhi sebagai kesalahan. Ada-ada aja sibuknya, ya inilah, ya itulah. Padahal kalau dipikir ulang lagi, setelah selesai ngantor, saya itu hanya diam di kamar sambil menonton drama korea atau series-series barat lainnya. Ada sih beberapa pekerjaan yang diselesaikan, tapi waktunya nggak terlalu lama.

Payah, kan? 

Ya gitu, saya kayaknya kecanduan untuk memberikan waktu istirahat buat diri sendiri.

Nggak tahu sejak kapan, nggak tahu kenapa begitu. 

Kalau boleh tebak-tebakan atau sok tahu sih, kayaknya karena saya merasa lelah. Atau mungkin juga karena saya terlanjur kecewa dengan beberapa hal, yang kemudian membuat saya malas untuk berjuang dan berusaha lagi. Atau.... mungkin karena 2020 buat saya penuh banget dengan penerimaan, yang sedikit banyak bikin saya menghela napas dengan kencang dan bikin saya geleng-geleng kepala. 

Tuh, kan! Karena menulis ini, saya baru ingat, jika ada satu kehilangan yang nampaknya harus saya tuangkan di blog ini. Semoga besok-besok saya tidak malas untuk menulisnya, semoga besok-besok saya sudah lebih ikhlas menerima. Karena ya, saya masih saja percaya, ketika saya sudah berhasil menuliskannya, itu berarti saya sudah bisa menerima. Dan kalau saya masih belum bisa menuliskannya, berarti saya belum benar-benar ikhlas melepas.

Mendekati akhir tahun, saya selalu punya siklus yang berulang. Untuk mempertanyakan kehadiran saya di dunia ini, untuk mempertanyakan kemauan saya sampai detik ini tuh apa.

Dan ya, beberapa hari ke belakang saya mencari dan terus mencari. Semacam ada yang hilang, tapi semuanya tetap ada. Semacam ada yang kurang, tapi kelihatannya sudah cukup. Semacam ada yang tidak bisa membuat saya hidup, tapi nyatanya saya masih diberi kesempatan untuk bernapas.

Lalu saya diam, beberapa malam bahkan saya tidur lewat dari pukul dua belas, dan hanya sibuk menatap layar ponsel yang menampilkan game. Kalau saya sudah memutuskan bermain game, ya sudah, saya tahu bahwa itulah saat di mana saya ingin mengerjakan banyak hal, tapi saya kebingungan untuk memulainya dari mana.

Sampai kemudian satu pertanyaan ada di kepala saya.

"Bell, kapan terakhir kali lo menulis untuk melepaskan?"

Pertanyaan itu yang akhirnya membawa saya kembali ke Tumblr; membaca tulisan-tulisan lama, membuka draft-draft tulisan di Tumblr, bahkan sempat stalking ke beberapa akun yang saya kenal dan sampai saat ini masih aktif menulis. Rasanya menyenangkan dan menenangkan, rasanya seperti ada yang disiram di hati saya. Perasaan hilang yang sempat membuat saya bingung, akhirnya pelan-pelan menemukan jawabannya. 

Berhari-hari saya pikirkan, berhari-hari saya tinjau ulang. Selama ini saya masih aktif menulis, di Instagram, di Twitter sesekali--bacotan itu termasuk nulis kan? di Wattpad, bahkan saya juga menulis naskah buku baru. Tapi anehnya saya selalu merasa kurang, saya selalu merasa belum lepas, dan tidak sebebas dulu.

Nah dari situ, saya akhirnya sadar, saya kehilangan media untuk menulis tanpa pikir panjang. 

Saya tidak pernah lagi menuliskan emosi saya, dalam bentuk prosa-prosa yang tak perlu semua orang mengerti. Saya tidak lagi menuliskan isi kepala saya, dengan bebas tanpa takut ini itu, seperti dulu waktu Tumblr masih jadi tempat paling nyaman. Lucu ya? Menulis kadang juga bisa menakutkan buat saya.

Dulu banget saya menulis ya sekadar menulis saja. Tanpa banyak mikir, tanpa berusaha menghadirkan perasaan ini itu, bahkan tanpa berusaha untuk hadir bagi orang lain. Dulu, menulis buat saya ya melepaskan.

Dan kayaknya, sekarang udah saatnya, untuk saya kembali lagi menjadi Stefani Bella yang seperti itu, di sini. Stefani Bella yang nggak perlu menjadi telinga dan teman bagi orang lain. Stefani Bella yang sepenuhnya ingin ada untuk dirinya sendiri. Biar besok nggak pernah merasa sendirian.

Nggak tahu juga nantinya blog ini akan berisi apa saja, tapi ya berhubung saya sudah membeli domainnya, sayang-sayang kan kalau dibiarkan menganggur aja? Jadi ya sudah, mari kembali fungsikan blog ini sebagai sarana untuk melepaskan.

Apa pun itu yang harus dilepaskan, akan saya tuliskan di sini.

Apa saja.

Apa pun.

Bahkan mungkin, hal-hal sederhana seperti mengantuk di meja kantor, enaknya makan pizza di siang tengah hari bolong, atau mungkin nikmatnya makan indomi di tengah malam sendirian.

Ya intinya saya ingin terus menulis, di sini, untuk waktu yang tak terbatas, untuk waktu yang lama.


Salam dan selamat datang. Terima kasih mau mengenal dan dikenal.



Share: